PANGGILAN SORGAWI DARI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS (Filipi 3:1-16)
KHOTBAH EKSPOSITORI SURAT
FILIPI 3:1-16
PANGGILAN SORGAWI DARI
ALLAH DALAM KRISTUS YESUS
I.
Doa
II.
Salam
III.
Baca
Firman
IV.
Khotbah
Intro dan Khotbah
1. kita
semua sewaktu anak-anak pasti suka dengan yang namanya bermain-main. Terkadang
karena asiknya bermain, tidak sadar akan keadaan sekitar yang terjadi. Kita
juga tidak mau diganngu sewaktu asik bermain. Kadangkala waktu bermain, jika
ada panggilan rasanya mengganggu. Terkadang kita pura-pura tidak dengar, kadang
tidak dijawab atau kadang dijawab tapi lama untuk meresepon. Padahal yang
memanggil adalah orang tua.
2. Dalam
kondisi lain, kita juga psti pernah melihat pertandingan lari. Kalau pelari
sudah memulai untuk berlari dan hendak mengejar finish, tidak ada pelari yang
berleha-leha dan melihat kebelakang. Semua pelari pasti fokus ke garis finish
dan lari begitu rupa untuk memperoleh kemenangan, untuk mendapat hadiah, hadiah
yanng fana.
Bagaimana
jika kedua hal itu dikaitkan dengan kehidupan iman kita? Pada nats yang telah
kita baca akan dibahas bagaimana respon kita terhadap panggilan dari Allah,
yaitu panggialn sorgawi. Tema kita adalah: PANGGILAN SORGAWI DARI ALLAH DALAM
KRISTUS YESUS
Surat
Filipi adalah salah satu surat penjara yang dituliskan Rasul Paulus ketika ia
dipenjara. Surat ini dituliskannya pada tahun 61 kepada jemaat Filipi. Jika
kita lihat adapun isi dari surat Filipi yaitu:
ü Rasul
Paulus bersyukur atas persekutuan jemaat Filipi dalam berita Injil mulai dari
hari pertama mereka mengenal Injil.
ü Pemenjaraan
Rasul Paulus menyebabkan kemajuan akan Injil di seluruh istana dan semua orang
mengetahui bahwa Rasul Paulus dipenjarakan bukan karena kejahatan tetapi hanya
karena Injil Kristus.
ü Dalam
bagian selanjutnya Rasul Paulus memberikan nasihat-nasihat kepada jemaat
Filipi, adapun nasihat yang ia berikan yaitu: hidup berpadanan dengan Injil,
teguh berdiri dalam satu roh, hidup menderita dan sehati sepikir. Sehati
sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan dengan tidak mencari
kepentingan sendiri dan puji-pujian yang sia-sia. Rasul Paulus juga
menasihatkan supaya mereka menaruh pikiran dan perasaan yang ada pada Kristus
yang merendahkan dirinya. Kristus turun ke dunia, mengambil rupa seorang hamba,
merendahkan dirinya dengan mati di kayu salib dan penderitaan. Ia memiliki
ke-Allahan itu, namun tidak mempertahankan-Nya (Res Rapta). Dengan demikian, ia
bersikap taat kepada Bapa di Surga bahkan sampai mati di kayu salib. Rasul
Paulus mengajak jemaat Filipi untuk merendahkan diri seperti Kristus tersebut.
Ia juga menasehati supaya mereka tetap mengerjakan keselamatan mereka, jangan
bersungut-sungut. Dia mengirimkan juga Timotius dan Epafroditus yang nyaris
mati demi Injil untuk jemaat Filipi.
Nasihat
selanjutnya adalah bagian perikop yang kita baca dan yang akan kita renungkan
di hari ini. pada pasal 3 ini akan dibagi menjadi beberapa point penting untuk
kita:
1.
NASIHAT
RASUL PAULUS KEPADA JEMAAT FILIPI (1-2)
Pada
bagian ini, nasihat yang Rasul Paulu berikan berkenaan dengan keadaan jemaat.
adapun nasihat tersebut adalah untuk “berhati-hati.” Dalam bahasa Yunani kata
yang dipakai adalah “blepo” yaitu present, aktif, imperatif, menjadi blepete.
Ini adalah suatu perintah untuk berhati-hati yang harus dilakukan secara
terus-menerus karena bersifat present. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dan
yang harus dijaga, yaitu:
1. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing! Apakah maksud anjing-anjing dalam perikop ini? pastinya bukan anjing yang menggonggong atau anjing secara harafiah. Dalam Alkitab kita mulai dari PL sampai Pb sering sekali kata ini muncul. Dapat kita lihat dalam 1 Sam. 24:15; 2Raj. 8:13, Maz. 22:17, 21). Maksud ari kata ini adalah untukmerendahkan seseorang. Biasanya kata “anjing-anjing” adalah ungkapan yang digunakan oleh bangsa Yahudi kepada Non-Yahaudi. Jadi maksud dari kata ini adalah untuk merendahkan seseorang. Orang yang memang layak direndahkan karena status, keadaan dan sikap serta pengajarannya. Rasul Paulus menasehati jamaat Filipi agar hati-hati terhadap mereka.
2. Hati-hati
terhadap pekerja yang jahat! Apa maksud dari pernyataan ini?
Alkitab sering memakai
kata “pekerja-pekerja” untuk menunjukkan orang-orang yang melakukan pelayanan.
Rasul Paulus mengatakan hati-hati terhadap pekerja-pekerja yang jahat. Artinya,
para pelayan-pelayan yang jahat yang memiliki motivasi yang salah dan tidak
sesuai Injil Kristus ketika melayani dan mewartakan Firman. Rasul Paulus
menyerukan agar jemaat berhati-hati terhadap pekerja-pekerja yang jahat itu.
3. Hati-hati
terhadap penyunat-penyunat Palsu! Jika kita lihat bahasa asli yaitu Yunani kata
yang dipakai untuk sunat adalah, “Katatomen” yang artinya pemotong. Sementara
kata yang sering digunakan untuk sunat sebenarnya adalah, “peritome.” Artinya
Rasul Paulus ingin mengungkapkan bahwa mereka, yang saat itu ada di Jemaat
Filipi adalah penyunat-penyunat Palsu, ia juga ingin merendahkan mereka yang
sudah membodoh-bodohi jemaat Filipi dengan sunat palsunya. Alasannya, sunat
bukanlah hal yang menyelamatkan. Sunat secara lahiriah tidak menyelamatkan.
Karena kitalah (maksudnya orang yang percaya kepada Yesus) orang bersunat, yang
beribadah oleh Roh Allah dan bermegah dalam Kristus dan tidak menaruh percaya
pada hal-hal lahiriah. Rasul Paulus mengontraskan hal-hal lahiriah dengan
hal-hal Rohaniah. Dalam Rom. 2:28-29, Rasul Paulus mengatakan bahwa orang Yahudi
bukanlah Yahudi yang ditandai dengan sunat tetapi orang Yahudi asli adalah
orang yang bersunat di dalam hati, secara rohani bukan hurufiah. Maka pujian
datang dari Allah bukan dari manusia.
Oleh karena itu,
hati-hatilah terhadap ketika hal di atas. Hal-hal lahiriah tidak menyekamatkan.
Jika mereka bermegah karena hal-hal lahiriah dan hanya karena sunat. Aku lebih
dari mereka. Rasul Paulus mengambil contoh dirinya sendiri. Ia bersaksi akan
dirinya. Ada 7 hal yang Rasul Paulus saksikan yaitu:
1. Di
sunat pada hari ke-8: Artinya, orangtuanya taat kepada Hukum Taurat. Anak
laki-laki yang lahir bagi bangsa Yahudi harus disunat pada hari ke-8, seperti
yang tertulis dalam kejadian yang Allah perintahkan kepada Abraham dan hal ini
sudah berlaku sejak Ishak lahir. Arti yang lain adalah menandakan bahwa Paulus
adalah Yahudi asli bukan Proselit, sejak ia kecil bahkan keluarganya adalah
Yahudi.
2. Dari
bangsa Israel: Israel adalah nama kebanggan dari bangsa Yahudi karena Allahlah
yang memberikan nama ini secara langsung kepada
mereka. Sebutan Israel adalah hak istimewa bagi mereka (Rom.9). Israel
juga melambangkan kesatuan ibadah antara bangsa Israel dan Allah. Jadi mereka
bangga dengan sebutan ini.
3. Dari
Suku Benyamin. Benyamin adalah suku pertama dari Israel, yang menjadi raja
pertama Israel bersala dari suku Benyamin yaitu Saul. Jadi, ini pun patut ia
banggakan. Bukan hanya itu, ketika Israel pecah, maka suku yang setia dengan
keturunan Daud hanyalah Benyamin.
4. Orang
Ibrani asli: dalam bahasa asli yaitu Hebraios ex Hebraios atau dalam bahasa
Inggris Hebrew of Hebrew. Artinya, ibrani dari ibrani asli. Ini menunjukkan
bahwa Rasul Paulus keturunan Ibrani asli, tanpa ada campuran dari suku non
Ibrani. Ibrani juga ungkapan yang membawa kepada kebanggan. Bapak Abraham
disebut Ibrani (Kej. 14:13). Hal ini menandakan bahwa ia keturunan bapak orang
percaya.
5. Farisi:
ketat terhadap Hukum Taurat
6. Penganiaya
jemaat: Artinya, ia sangat mencintai ajaran Yahudi. Hal ini ia lakukan ketika
ia belum bertobat.
7. Tidak
bercacat dalam mentaati hukum taurat: artinya ia serius dan kinsisten terhadap
hukum Taurat. Ia taat terhadap hukum taurat.
Jika dibandingkan dengan
anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu itu,
Rasul Paulus lebih lagi bisa untuk bermegah dalam hal-hal lahiriah. Tapi semua
itu tidak ada gunannya. Itu semua sampah hanya ada satu yang benar yaitu
kebenaran sejati.
Kita masuk point ke-dua
yaitu kebenaran sejati.
2.
KEBENARAN
SEJATI
Bagi Rasul Paulus dan juga setiap orang
percaya sebenarnya hal-hal lahiriah itu tidak membawa kepada keselamatan. Hanya
ada satu kebenaran sejati bagi yang percaya yaitu: Yesus Kristus dan kebenaran
itu diperoleh karena percaya. Kata “percaya” ada sebanyak dua kali dipakai
dalam perikop ini yaitu pada ayat. 9. Rasul Paulus tergolong sebagai penulis
Alkitab yang hemat dalam menggunakan kata-kata, namun jika kata tersebut
diulang-ulang olehnya, artinya ada sesuatu yang ingin ia ungkapkan dan
tekankan. Demikian juga dengan kata percaya tersebut.
Bagi Rasul Paulus, segala sesuatu yang ia
miliki yaitu kebanggaan-kebanggaan lahiriah itu adalah sampah bahkan sukubala
(kotoran perut dalam bahasa Yunani yang dipakai) yang artinya tidak berarti.
Pengenalan akan Kristulah yang berarti dan yang lebih mulia dari semuanya. Pengenalan
akan apa yang dimaksud. Hal itu dapat dilihat dari ayat 10:
1. Yang
ku kehendaki ialah mengenal Dia dan Kuasa kebangkitan-Nya.
Rasul Paulus berkeinginan
bukan hanya belajar akan Yesus, bukan cuma ingin tahu tetapi juga mengenal
Yesus. Ada apa dengan Dia? Yaitu Yesus? Yesus adalah Allah yang telah
berinkarnasi menjadi manusia. Yesus datang ke dunia untuk menebus setiap orang
berdosa. Mengapa? Karena hanya Yesus yang dapat menyelamatkan orang-orang
berdosa. Setiap orang yang berdosa menerima upah dosa yaitu maut atau kematian
kekal. Semua orang yang berdosa menjadi budak dosa. Budak tidak akan bisa bebas
jika tidak ditebus. Oleh karena itulah, Yesus datang ke dunia untuk menebus
manusia. manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya dan menghapus dosanya hanya
karena memberikan persembahan, puasa, ibadah, berbuat baik, amal dan
sebagainya. Manusia selamat, hanya karena tebusan darah Yesus. Jika ada cara
lain menyelamatkan manusia, betapa bodohnya Tuhan yesus datang ke dunia,
menderita, lahir di kandang domba, hidup sederhana dan mati di kayu salib.
Tapi, karena tidak ada cara lain yang dapat menyelamatkan. Maka ia datang ke
dunia. ia mati, darahnya ditumpahkan sebagai persembahan yang harum demi
menebus manusia berdosa. Rasul Paulus tidak hanya mengatakan mengenal Tuhan Yesus
saja. Tetapi juga kuasa kebangkitan-Nya! Apa yang Rasul Paulus maksudkan pada
bagian ini? Banyak tokoh pengajar, nabi, iman dan Rasul, akan tetapi mereka
semua hanya lahir, hidup, mati dan tidak bangkit. Hanya Yesus yang mati dan
bangkit! Artinya Yesus berbeda dengan mereka. Mengapa Yesus bisa bangkit?
Karena Dialalh Allah. Sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan
dibangkitkan juga. Kutuk maut atau kematiaan takluk di bawah kaki Yesus.
2. Persekutuan
dalam penderitaan-Nya dimana menjadi serupa juga dalam kematian-Nya
Makna dari ungkapan Rasul
Paulus ini adalah ia ingin hidup dam mati seperti Yesus, dimana ketika ia hidup
ia ingin mengambil bagina dalam pekerjaan Injil yaitu memberitakan kabar baik.
Ketika Yesus hidup menderita, masakan pengikutnya tidak menderita. Oleh karena
Rasul Paulus ingin hidup seperti Kristus maka ia ingin bersekutu dalam
penderitaan dan kematian yang sama seperti Kristus. bukan berarti dia juga mati
tersalib. Namun ia ingin hidup dan mati karena memikul salib. Ia ingin matinya
karena ia memberitakan kabar baik dan mengabarkan kebenaran sejati itu.
Dengan demikian endingnya
ia memperoleh kebangkitan dari antara orang mati.
3.
USAHA
RASUL PAULUS SELAMA IA HIDUP
Ketika
ia telah dibenarkan oleh kepercayaan akan Yesus. Ia telah mengenal Yesus. Ia
tidak sampai disitu saja, ia tidak puas hanya disitu saja dan berdiam diri. Ia
juga bersuaha untuk berkenan kepada Allah. Adapun hal-hal uang ia lakukan
adalah:
1. Mengejar
(Present, indikatif, aktif dari dioko)
Rasul Paulus mengatakan
ia mengejar segala sesuatu yang Allah percayakan kepadanya. Ia merasa ia belum
sempurna dalam pelayanannya kepada Allah, maka ia mengejarnya. Ingat, meski
Rasul Paulus sudah terima keselamatn itu, ia tidak tidur tenang-tenang menunggu
kedatangan Tuhan tetapi ia mengejar panggilan itu. Mengejar! Bukan hanya
mengejar tetapi ia juga menangkap sebagaiman Kristus sudah menangkap dia dari
kegelapan kepada terang kebenaran Injil Kristus.
2. Melupakan
apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya.
Usaha lain yang dilakukan
oleh Paulus adalah melupakan kehidupannya dahulu yang tidak berkenan kepada
Allah dan mengfokuskan serta mengarahkan dirinya kepada pelayanannya saat ini.
ini penegasan dari ayat sebelumnya, di mana ia menanggap kehebatan dan
kebanggan dahulu itu sampah dan tidak mulia dibandingkan pengenalan akan Yesus.
3. Berlari-lari
kepada tujuan
Rasul Paulus juga
menganggap bahwa panggilan dari Allah bukan main-main. Ia berlari-lari kepada
tujuan tersebut. Tujuannya agar ia memeproleh hadiahdari Allah yaitu panggilan
sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Tetapi ini semua dilakukan bukan hanya karena usaha manusia tetapi juga atas kekuatan kuasa Allah. Semua usaha ini dalam bahasa asli adalah Middle bukan aktif atau pasif. Artinya, manusia harus aktif dengan berusaha melakukannya dan Allah juga aktig dan inisiatif untuk membantu manusia tersebut.
4.
NASIHAT
TERAKHIR
Pada akhir perikop ini Rasul Paulus
menyampaikan pesannya kepada jemaat Filipi untuk berpikir demikian. Artinya,
seperti yang telah Paulus sampaikan itu. Jika pikiran mereka lain-lain, maka
Allah akan menyatakannya kepada mereka. Bagi mereka yang sudah memahami nasihat
itu maka lanjutkanlah pengertiannya menurut apa yang tepat atau standar
Kristiani.
Nah,
bagaimana aplikaisnya dalam kehidupan kita?
Adapun
apalikasi bagi kita melalui Firman Tuhan ini, yaitu:
1. Hati-hati
dengan ajaranmu
Apa
artinya? Hati-hati dengan ajaran yang kamu miliki. Perhatikan gereja dimana
kamu beribadah, apakah semua ajarannya berdasarkan Alkitab? Atau hanya sekedar
doktrin gereja saja? Hati-hati terhadap geraja yang teral menenkankan hal-hal
lahiriah. Teologi sukses, jika memberi banyak kepada gereja kamu akan kaya,
jika kamu pengikut Yesus akan selau bahagia dan tidak menderita. hati-hati!
Hati-hati juga dengan pergaulanmu. Jangan kira kamu sellau berdiri kokoh
terhadap apa yang ada padamu saat ini. hati-hati dengan orang-orang yang tidak
seiman denganmu. Jangan kira pacaran dengan orang tidak seiman tidak berbahaya
dan kamu kira kamu dapat mengubah atau membawa dia beriman pada Yesus? Belum
tentu, bisa-bisa kamu yang jatuh dan menjual imanmu. Hati-hati!
2. Ingat
keselamatan hanya pada Yesus, tidak perlu ada embel-embel lain.
Keselamatan
bukan karena melakukan hal-hal lahiriah. Efesus 2:8-9 menyatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang
memegahkan diri.” Jadi, keselamatan
bukan karena usaha kita dan perbuatan-perbuatan lahiriah kita. Itu
tidak ada gunanya dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus dan kasih-Nya
yang begitu mulia. Kematian Yesus di kayu salib, pencurahan darah-Nya untuk
menebus kita sudah cukup untuk mendamaikan dan menyelamatkan kita. Darahnya
lebih mahal dari emas dan perak dan lebih berharga dari kurban-kurban binatang
yang dikorbankan di zaman Perjanjian Lama. Maka, jangan sesat. Cukup dengan
penebusan Yesus kita diselamatkan.
3. Mengenal
sesungguhnya kebenaran sejati
Ingat
hanya pengenalan akan Yesuslah yang mulia dan itulah kebenaran sejati. Jadi,
jangan pernah kita berfikir ketika kita sudah gereja di gereja besar, kitalah
orang benar. Jangan berfikir saat kita berkoor tiap minggu di gereja, baju koor
kita banyak, kita aktif melayani, kita selalu berdoa syaafaat di depan jemaat
dan kita rajin ke gereja, kita menganggap kitalah yang benar, teman kita yang
lain tidak benar. Itu salah, jika kita pun paling saleh di dalam jemaat bukan
berarti kita yang benar. Hanya Yesus yang benar, Yesuslah kebenaran itu.
4. Lepas
semua kemegahan
Ketika
kita sudah percaya pada Yesus lepas semua kemegahan dunia. mengapa? Karena
Kristus sendiri melepas ke-Allahannya saat datang ke dunia. segala kemegahan
itu akan menghambat kita kepada Yesus. Rasul Paulus mengatakan itu smeua harus
dilepas untuk memperoleh Yesus. Dalam Matius 13:46, dikatakan hal kerajaan
sorga itu seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang melihatnya, maka semua
hartanya dan kepunyaannya dijual untuk mendapatkan permata itu. Artinya, segala
sesuatu miliknya dilepas untuk memperoleh Surga. Demikian juga saat mengikut
Yesus. Tetapi bukan berarti ketika kita bangga dengan suku kita, ketika kita
mengenal Yesus, kita tolak dan tinggalkan kesukuan kita. Misalnya: saya orang
Batak, ketika mengenal Yesus saya tolak saya orang Batak, tidak mau hidup
dengan orang Batak, saya agak ke yahudi-yahudian saja seperti Paulus atau Tuhan
Yesus. Bukan, bukan itu yang dimaksud. Akan tetapi segala kemegahan yang
membuat kita jauh dari Allah dan meninggalkan Allah sehingga kita lebih
membangga-banggakan kemegahan kita itu.
5. Berjuang
terhadap panggilan Sorgawi
Mari
kita berjuang terhadap panggialan kita. Coba kita perhatikan kemanakah Allah
arahkan kita dalam panggilan kita. Mungkin ada yang ingin jadi pendeta,
pengajar, misionaris, teolog dll. Mari berjuang dalam pelayanan ini. Siapapun
kita dan apapun panggilan kita yang kita lakukan adalah untuk menyenangkan
Allah dalam memenuhi panggilan tersebut. Setiap pelayanan kita adalah membawa
jiwa-jiwa untuk mengenal Allah, menerima penebusan-Nya dan meyakini Yesus
adalah Tuhan dan Juruselamat. Ingat masih banyak yang di luar sana yang belum
mengenal Allah, belum mengecap kasih karunia Allah yang cuma-cuma itu. Mari
kita menangkan mereka melalui pelayanan kita. Mari kita berjuang dalam
panggialn sorgawi itu. Mari kita berlari-lari untuk memperoleh hadiah yaitu
panggilan sorgawi tersebut.
Demikian
Firman Tuhan, berbahagialah orang yang mndengarkan Firman Tuhan serta
melakukannya. Amen
Komentar
Posting Komentar
Komentarnya yang sopan dan membangun ya..